Kuliah Umum Duta Besar Mesir di UDN: Inovasi dan Kreativitas Membangun Peradaban Ekonomi Islam

Jakarta – 19 September 2024, Universitas Darunnajah menggelar kuliah umum bersama Prof. Yaser Hassan Farag Elshemy, Duta Besar Republik Arab Mesir untuk Indonesia, di Aula Al-Ghozali. Dengan tema “Inovasi dan Kreativitas dalam Membangun Peradaban Ekonomi Islam”, kuliah ini menandai perkuliahan perdana tahun akademik baru dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Universitas Darunnajah.

Dalam sambutannya, Prof. Yaser mengapresiasi visi besar Universitas Darunnajah yang dirintis oleh KH. Abdul Manaf Mukhayar, khususnya dalam mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum. Beliau menegaskan pentingnya inovasi yang selaras dengan nilai-nilai Islam, yang dapat mengangkat peran umat Islam dalam kancah global.

Pilar Inovasi dan Ekonomi Kreatif

Prof. Yaser menjelaskan tiga komponen penting dalam membangun ekonomi kreatif:

  1. Pemahaman Tafsir Ekonomi – Beliau menggarisbawahi bahwa ekonomi kreatif tidak sekadar menambah penggunaan media sosial atau teknologi dalam bisnis, tetapi juga bagaimana mengaturnya sesuai dengan tujuan akhirat. Inovasi dalam ekonomi harus memiliki keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan spiritual, sehingga mampu membawa manfaat yang lebih luas, bukan hanya untuk individu tetapi juga untuk masyarakat.
  2. Ekonomi Kreatif dalam Perspektif Islam – Prof. Yaser menekankan pentingnya memahami bentuk ekonomi kreatif yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Beliau menyatakan bahwa ini adalah tantangan yang tidak mudah, mengingat pesatnya kemajuan ekonomi Barat. Namun, beliau yakin bahwa ekonomi kreatif yang dibangun di atas prinsip-prinsip Islam dapat menjadi solusi yang berkelanjutan dan berkah, serta mampu memberikan dampak yang lebih luas kepada umat dan peradaban.
  3. Membangun Episode Baru dalam Ekonomi Kreatif– Dalam poin ini, beliau mengajak para mahasiswa dan akademisi untuk berinovasi dan menciptakan sesuatu yang baru, namun tetap berpegang pada nilai-nilai Islam. Beliau menekankan bahwa episode baru dalam pembangunan ekonomi harus dibangun dengan landasan yang kuat, yaitu nilai-nilai kejujuran, integritas, dan keberlanjutan, agar dapat memberikan manfaat jangka Panjang.

Pengalaman Mesir dalam Ekonomi Kreatif

Prof. Yaser berbagi pengalaman Mesir yang bangkit dari perang melalui ekonomi kreatif, dengan menekankan empat pilar utama:

  1. Legislasi – Mesir telah mengeluarkan berbagai peraturan dan undang-undang yang mendukung ekonomi kreatif. Legislasi ini bertujuan untuk melindungi perusahaan-perusahaan dan individu yang ingin berinovasi, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif. Hal ini termasuk dalam hal perpajakan, insentif, dan regulasi lainnya yang bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan baru dan memperkuat ekonomi kreatif di Mesir.
  2. Finansial – Dalam bidang keuangan, pemerintah Mesir memberikan bantuan modal serta pinjaman lunak kepada perusahaan-perusahaan yang berfokus pada pengembangan ekonomi kreatif. Bantuan ini bertujuan untuk memberikan dukungan finansial bagi pengusaha dan inovator muda yang ingin mengembangkan ide-ide kreatif mereka dalam sektor ekonomi yang terus berkembang.
  3. Pendidikan – Prof. Yaser menjelaskan bahwa Mesir telah memasukkan ekonomi kreatif dalam kurikulum pendidikan sejak 10 tahun terakhir. Mesir bahkan sedang membangun universitas teknologi terbaik di Afrika yang bekerja sama dengan universitas terkemuka di dunia, termasuk dari Brasil. Universitas ini menawarkan program studi di bidang teknologi informasi dan keamanan siber, dua bidang yang sangat relevan dengan ekonomi kreatif di era digital saat ini.
  4. Pasar – Pilar terakhir adalah pasar. Mesir memiliki potensi pasar yang besar sebagai negara dengan populasi terbesar di Timur Tengah. Mesir juga terkenal dengan industri kreatifnya, terutama dalam bidang pembuatan film yang mendukung ekonomi kreatif secara signifikan. Prof. Yaser menekankan bahwa pasar yang besar merupakan salah satu faktor kunci dalam pengembangan ekonomi kreatif, karena memberikan peluang yang luas bagi para pelaku industri kreatif untuk berkembang.

Beliau juga menyoroti pentingnya kerja sama Indonesia-Mesir, khususnya dalam sektor UMKM, yang telah menjadi tulang punggung ekonomi di masa pandemi. Prof. Yaser mengajak Universitas Darunnajah untuk terus berinovasi dalam membangun ekonomi kreatif berbasis nilai Islam, yang tidak hanya menciptakan hal baru, tetapi juga menegakkan prinsip keadilan, integritas, dan keberlanjutan.

Di akhir acara, Prof. Yaser berharap mahasiswa Universitas Darunnajah dapat menjadi pelopor ekonomi kreatif yang mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat, baik di Indonesia maupun di kancah global.

Penulis: Novrizal
Penerjemah: H. Imam Khairul Anas, BA., M.A

News